Fajar Dwi Alfian

 

Keuangan syariah saat ini sedang menjalani sejarah untuk berkembang meraih identitas global. Keuangan syariah global sudah bergulir sampai pada pengembangan produk syariah di sektor pasar modal. Pasar modal syariah merupakan salah satu elemen penting yang sedang berkembang pada sistem keuangan syariah sebagai penunjang perbankan syariah, asuransi syariah, dan lembaga keuangan syariah lainnya. Secara global, peningkatan arus pendapatan hasil minyak di Timur Tengah mendorong peningkatan permintaan terhadap produk-produk pasar modal yang memenuhi kebutuhan likuiditas dan profitabilitas yang sesuai dengan kriteria syariah. Berbagai model kebijakan dan pendekatan telah ditempuh oleh berbagai negara untuk mengimplementasikan sistem keuangan syariah di pasar modal. Pada satu sisi, umat Islam dituntut untuk tetap ideal membangun model keuangan syariah yang secara konstan mengacu kepada Al-Qur’an dan Sunnah serta penafsiran klasik terhadap kedua sumber hukum ini. Sementara di sisi lain, umat Islam perlu memperhatikan aspek praktis agar tetap mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi dalam dunia keuangan modern.

Potensi pasar modal syariah yang besar dilihat dari jumlah industri dan investor potensial di Indonesia, serta potensi dana investasi yang berasal dari kawasan Timur Tengah menjadi daya tarik tersendiri bagi pengembangan produk syariah di pasar modal. Selain itu, kemerosotan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional pasca krisis global 1998 juga berimbas ke sektor pasar modal selaku sub sistem dari perekonomian nasional Indonesia. Situasi ini mendorong regulator mulai mengembangkan penerapan prinsip-prinsip syariah Islam pada produk pasar modal sebagai alternatif instrumen investasi dalam kegiatan pasar modal di Indonesia.

Pasar modal sangat berperan penting dalam meningkatkan efisiensi sistem keuangan dan merupakan salah satu lembaga intermediasi keuangan yang vital dalam perekonomian modern. Alasan kehadiran pasar modal dalam suatu sistem keuangan, yakni kemampuannya dalam memindahkan dana dari unit yang kelebihan dana kepada unit yang memerlukan/kekurangan dana dalam suatu perekonomian. Pasar modal memfasilitasi intermediasi antara emiten dengan investor. Para investor menggunakan dananya terutama untuk investasi pada aset produktif dan menambah kekayaan perekonomian.

Regulator pasar modal Indonesia secara resmi mulai mengembangkan model pasar modal berbasis integrasi produk syariah sejak tahun 2003, meskipun produk syariah telah diperkenalkan sejak tahun 1997 lewat instrumen investasi reksadana syariah. Dalam paradigma integrasi, regulator pasar modal Indonesia berperan memastikan bahwa para pelaku pasar mampu mengidentifikasi produk dan mekanisme transaksi yang sesuai dengan kriteria syariah di pasar modal. Dari sisi produk, regulator menelaah produk pasar modal apakah mengandung unsur riba, gharar, maisir, dan hal lainnya yang dilarang syariah. Regulator tidak akan memasukkan produk yang melanggar syariah ke dalam kategori produk syariah seperti obligasi berbasis bunga, produk derivatif yang sangat spekulatif, dan gharar yang tinggi dalam kontrak berjangka indeks. Dari sisi mekanisme transaksi, regulator menelaah dan mengkaji mekanisme margin trading dan short selling untuk mencermati apakah ada potensi riba dan spekulasi di dalamnya.

Sumber :  Buku Masa Depan Pasar Modal Syariah di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *