Kajian Penutup LiSEnSi pada kesempatan kali ini dibuat dengan konsep menarik berupa pengadaan workshop softskill yakni public speaking dengan pembicara Siti Hanifah Rahma. Kajian ini diselenggarakan pada Rabu, 19 Desember 2019 bertempat di Ruang 108 Gedung Baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Sebelum pemaparan, pemateri memberikan salah satu dari karakteristik dari 2 tipe orang yang ingin melakukan public speaking, yaitu calm and ready serta stressed out. Kita menentukan dalam 5 detik tipe yang manakah kita. Setelah itu kita diberikan tugas untuk memberikan 2 kata berkaitan dengan public speaking.

Dan Kak Hanifah memberikan fakta menarik, bahwa ternyata public speaking merupakan ketakutan terbesar bagi seseorang, diatas hantu, bencana dll. Ini menandakan bahwa public speaking ini tidak mudah dilakukan bagi sebagian besar orang.

Praktik lain yang dilakukan adalah kita diberikan waktu untuk berdiskusi bersama teman sebalah untuk memberikan pandangan seperti apa public speaking yang baik, dan dari segi audiens bagaimana menilai seorang public speaker yang baik. Dari salah satu kelompok ikhwan menyampaikan bahwa public speaking yang baik adalah yang komunikatif, interaktif dan percaya diri. Dan begitu pula sebaliknya mengenai public speaking yang buruk. Dari sisi akhwat pun tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan sebelumnya.

Kunci untuk public speaking antara lain: Keep it Simple, Emotion, Images, Time Keeping, Be Positive. Yang pertama Keep It Simple adalah karena agar audiens memahami apa yang disampaikan. Emotions, Memancing perasaan atau memainkan perasaan untuk mendalami mengenai apa yang disampaikan, ini penting karena dengan memainkan perasaan maka kamu akan menarik perhatian audiens dan mengurangi rasa gugup pembicara. Memberikan gambar dapat membantu public speaker untuk mengemukakan pendapatnya. Lalu Time keeping juga diperlukan agar penyampaian menjadi proporsional. Be Positive, jaga mood mu agar positif sehingga kamu dapat menyampaikan semua pendapat dengan baik dan benar.

Satu hal kembali yang penting bagi yang ingin melakukan presentasi ialah “prepare yourself”. Kita hany tampil sekali, tapi berlatih dibalik itu ribuan kali, dan itu harus. Untuk mempersiapkan dirimu ialah Plan, rencanakan atau simulasikan sebelum kamu melakukan presentasi. Know Your Auidience, berbicara dengan satu orang dengan orang lain berbeda sehingga cobalah pilah-pilah siapa audienmu. Include, perhatikan intonasimu karena tinggi rendah suara mempengaruhi  isi dari argument kamu. dan Practice Your Presentation, gunakan media yang ada seperti cermin, audio record, bahkan teman untuk mengkoreksi kesalahan kamu dan melatih mentalmu.

Body Language juga penting dalam public speaking karena orang-orang lebih memperhatikan gerak tubuh pembicara yaitu sebesar 55%. Sisanya adalah verbal 7% dan vocal 38%. Menandakan bahwa orang-orang lebih memperhatikan apa yang mereka lihat dibanding apa yang mereka dengar. Body Language yang dimaksud adalah Smile and use hand gestures, make eye contact.

Kak hanifa memberikan tips agar kita tetap tenang. Yang pertama adalah Go for a Walk, ini dapat memberimu perasaan rilex. Kedua Visualise, atau mengingat hal-hal yang membuatmu paling bahagia. Ketiga deep ‘Belly’ Breaths, menarik nafas dalam-dalam penting untuk merilekskn tubuh dan pikiran. Keempat Place a back up question.

Selain itu seusaikan dengan tempatmu berbicara. Sesuaikan outfit mu dengan tempatmu berbicara. Enjoy yourself agar kamu bisa menyesuaikan diri dengan audiens.

Selain itu jangan lakukan hal yang paling berbahaya bagi seorang presentator. Yakni kata-kata pengulangan seperti “ehhmmm”, “gitu”, yaa”. Ini akan membunuh suasana presentasi, menimbulkan rasa bosan pada audiens dan membuat orang-orang meninggalkanmu. Hindari juga untuk membaca full text presentasi dan membelakangi audiens saat presentasi. Ini akan menimbulkan rasa tidak menyenangkan bagi audiens karena merasa tidak diperhatikan. (Zaid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *