Telah datang berita gembira karena prestasi yang diraih kembali oleh kader LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam pencapaiannya Juara 1 video Competition dalam acara yang diselenggarakan oleh Universitas Gunadarma GSENT 12th GUNADARMA SHARIA ECONOMIC EVENT yang bertemakan “Revitalize the Role of Islam in Realizing Indonesia as One of the Largest Economies in the World”.

Reza Andika Putra dan Fathurrahman Nasution merupakan perwakilan yang diutus dari Divisi Hubungan Masyarakat dan Media (HUMED) LiSEnSi UIN Jakarta untuk mengikuti perlombaan Video Competition dengan tema “The Challenges of Economic Growth: Synergizing Justice and Stability of Islamic Economy as the Strength of Great Indonesia” yang diakuinya saat itu sangat mendadak dalam pemberitahuan informasi sehingga keterbatasan waktu dalam pembuatan video pun harus dihadapinya. Dengan berbekal pengalaman dan kegemaran dalam editing video, mereka mempersiapkan mulai dari konsep, perekaman, editing, sampai pengunggahan ke youtube, sangatlah terbatas oleh deadline yang sudah ditetapkan.

Video yang dibuat berjudul “Kuy ZIS” yang berdurasi sekitar 3 menitan ini mengusung tentang keadaan dimana masyarakat kita di Indonesia masih banyak sekali orang-orang yang harus bekerja sebagai kuli angkut, tukang sampah, atau hanya sebagai penjual tisu di tempat-tempat umum, demi tuntutan ekonomi yang harus dipenuhi dan tidak ada pilihan lain karena terbatas nya kondisi yang dialami, lalu apa yang terjadi? Tingkat ketimpangan dan kesenjangan sosial di Indonesia semakin tinggi, kemerataan sosial semakin jauh dan akan sangat bahaya jika dibiarkan terus menerus, maka lakukan dan tunaikanlah ZIS, ZIS berperan sebagai pemerataan dan pengalokasian kekayaan yang tepat dan sesuai dengan konsep Ekonomi Islam. https://youtu.be/6SLT1LaUFi8

Reza mengutarakan bahwa hal yang harus diperhatikan dalam mengikuti sebuah perlombaan video kreatif adalah melihat peluang, peluang dari segi apakah kita mampu membuat isi video yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan, maupun peluang dalam bersaing dengan peserta yang lainnya. Dalam hal ini, Reza telah menjuarai beberapa kompetisi yang sejenis di berbagai tempat, seperti Video Kreatif Temilreg 2018, Festival Arab Nusantara yang diselenggarakan FAH UIN Jakarta, dan Top Ten Best Video National Geografi, Bandung. Namun, berbeda dengan Fathur yang diakuinya bahwa ajang ini merupakan pertama kali pencapaian terbaiknya selama ini dengan melakukan yang terbaik dan mensyukuri apa yang telah didapatkan.

Keduanya telah melakukan usaha yang terbaik yang bisa mereka lakukan untuk mengharumkan nama LiSEnSi UIN Jakarta. Namun, tetap saja semua ini atas berkat Keridhoan Allah Swt. Semoga dengan adanya kader-kader yang berprestasi ini dapat memotivasi dan menginspirasi para pembaca sekalian untuk tetap berprestasi dan melakukan yang terbaik untuk diri sendiri maupun orang lain disekitar lingkungan kita, terlebih lagi dalam dunia Video Kreatif. (Rum)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *