Sedikit biodata tentang buku ini sebagai berikut:

Judul Buku          : Orang Sibuk pun Bisa Hafal Al-Qur’an

Terjemahan dari    : Kaifa Tahfadzhul Qur’ânal Karîm Ashalu Thorîqoti Lihifzhil Qur’ânil Karîm

Penulis                       : Dr. Abdul Muhsin (Imam dan Khatib Masjid Nabawi) dan Dr. Raghib As-Sirjani (Dokter Spesialis Bedah yang Hafal 30 Juz)

Penerjemah              : Umar Mujtahid, Lc

Editor                         : Muhammad Syakir Masthur

Penerbit                    : PQS Publishing

Tahun Terbit           : Oktober 2013 Cetakan II

Tebal Buku               : 164 Halaman HVS P: 20,5 cm L: 14 cm

Akhir tahun 2015 tepat pada hari kelahiran saya, ada seorang adik kelas yang kebetulan ia adalah seorang Hafidz. Tidak tahu darimana datangnya ilham sehingga ia memberikan hadiah ulang tahun ke saya berupa buku ini. Meski awalnya buku ini telah ia baca terlebih dahulu, sehingga saat sampai di tangan saya buku ini sudah tidak berplastik. It’s okay, Jujur saya bukan tipe remaja yang senang membaca buku kala itu. Saya lebih suka dengan pelajaran yang menghitung daripada membaca. Tetapi setelah saya memiliki buku ini mindset saya tentang membaca langsung berubah tidak tahu berapa derajat.

Buku ini merupakan buku pertama yang habis dari awal kata pengantar hingga akhir daftar pustaka yang saya baca. Tidak tahu ada magnet apa yang menarik saya untuk langsung mengkhatamkannya. Buku ini dibuka dengan pengantar penerbit yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, lalu berlanjut ke daftar isi. Di dalam daftar isi akan kita temukan bagian-bagian yang akan dibahas dalam buku ini. Ada empat bagian yaitu:

Bagian Pertama: Rahasia sukses menghafal Al-Qur’an

Di dalamnya terdapat kaidah-kaidah utama menghafal Al-Qur’an seperti: ikhlas, tekad yang kuat dan bulat, mengetahui nilai amalan yang kita lakukan, mengamalkan hafalan, meninggalkan dosa, berdo’a, memahami makna ayat, menguasai ilmu tajwid, mengulang-ulang bacaan, lalu praktek membaca ayat yang telah dihafal dalam shalat. Selain kaidah utama juga terdapat kaidah-kaidah pendukung  menghafal Al-Qur’an diantaranya: kita harus memiliki perencanaan yang jelas, bergabung bersama kelompok penghafal Al-Qur’an, membawa selalu mushaf di saku, mendengarkan bacaan imam dengan baik saat shalat, memulai dari juz-juz yang mudah, menggunakan satu mushaf saja, tidak menambah hafalan sebelum benar-benar hafal, membagi-bagi surah yang panjang lalu membacanya secara utuh, memperhatikan ayat-ayat yang mirip satu sama lain dan mengikuti lomba menghafal Al-Qur’an.

Bagian Kedua: Orang sibuk pun bisa menghafal Al-Qur’an

Nah, di bagian kedua ini kita dituntun untuk dapat menghafal Al-Qur’an berbagai macam cara, teknik dan metode. Target hafalan dalam 1 bulan, 1 tahun, 1 bulan 1 juz, 1000 hari dan 5 tahun. Ada tawaran cara menghafal dengan hafalan lembar baru dan kita-kita menghafal Al-Qur’an. Lalu di akhir bagian ini terdapat teknik murajaah hafalan yaitu murajaah saat menghafal Al-Qur’an, murajaah Rasulullah dan mengulang hafalan secara keseluruhan.

Bagian Ketiga: Kisah orang-orang sibuk yang hafal Al-Qur’an

Di bagian ini kita akan disajikan kisah-kisah orang-orang sibuk yang dengan kesibukannya masih sempat untuk menghafalkan Al-Qur’an diantaranya seorang dokter, sopir, orang tua usia 70 tahun, Ibu rumah tangga, manajer Telkom, sopir Taksi dan anak-anak sekolah dan kuliah yang dapat menghafal di sela-sela kesibukan mereka dalam menuntut ilmu.

Bagian Keempat: Kisah-kisah inspiratif para penghafal Al-Qur’an

Bagian terakhir merupakan kumpulan dari beberapa kisah penghafal Al-Qur’an yang dapat memotivasi pembaca agar lebih semangat lagi dalam membaca Al-Qur’an khususnya menghafal Al-Qur’an. Ada kisah seorang mualaf yang mampu menghafal Al-Qur’an, kisah Imam Nawawi saat beliau masih kecil, Gelandang Arsenal Abou Diaby yang juga anggota Timnas Prancis yang memiliki hafalan 19 Juz Al-Qur’an dan kisah diterima kuliah kedokteran karena menghafal Al-Qur’an.

Jujur setelah membaca buku ini, saya termotivasi untuk bisa menghafal Al-Qur’an dan mungkin juga berlaku bagi teman-teman yang ingin membaca buku ini. Terlebih lagi pahala dan bonus yang diberikan oleh Allah sangat besar bagi para penjaga Al-Qur’an. Jadi terharu, yuk teman-teman mari mulai menghafal, mereka yang sibuk dengan pekerjaannya saja bisa, terlebih lagi kita yang masih dalam status mahasiswa. Semangat menghafal semangat murajaah. (Putri Y.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *