Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) merupakan agenda tahunan Forum Silaturrahim Ekonomi Islam (FoSSEI). Dalam agenda temilnas, berkumpul seluruh pejuang ekonomi Islam yang tergabung dalam Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) dari berbagai kampus seluruh indonesia. Temilnas bertujuan untuk melakukan upgrade keilmuan bagi setiap KSEI se-Indonesia dan juga memberikan gagasan baru kepada otoritas terkait yang ada di pemerintahan guna mengembangkan ekonomi Islam di Indonesia. Selain itu, Temilnas merupakan wadah silaturrahim bagi seluruh kader ekonom rabbani dalam bertukar pikiran untuk meningkatkan kinerja KSEI dikampusnya masing-masing.

Acara temu ilmiah nasional (temilnas) pada tahun 2018 dilaksanakan di Sumatera Utara dengan tuan rumah KSEI Universal Islamic Economic (UIE) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, tepatnya di Asrama Haji Embarkasi Medan. Acara tersebut berlangsung mulai tanggal 25-29 Maret 2018. Adapun rangkaian acara temilnas ini yaitu seminar internasional, talkshow, diskusi nasional, serta berbagai perlombaan diantaranya olimpiade ekonomi islam, simposium, business plan, dan video profile KSEI. Perwakilan dari KSEI Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sendiri terdiri dari 6 orang yang dibagi menjadi 2 tim Olimpiade Ekonomi Islam, yaitu Sandi Darus Salam, Ummi Khoiriah, Rizka Yuinta, Ahmad Ramadhani, Hafizoh Alhilwa, dan Rahimatul Fikri.

Alhamdulillah delegasi  UIN Jakarta telah sampai di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang pada tanggal 24 Maret, kemudian rombongan dari berbagai KSEI dijemput menggunakan Bus menuju tempat penginapan di Asrama Haji Medan. Acara dibuka pada tanggal 25 Maret dilanjut dengan Seminar Internasional dengan tema Optimizing Socio Techno Finance For Small Medium Enterprises Development. Pada siang harinya, tim LiSEnSi melaksanakan babak penyisihan, dimana setiap individu mengerjakan satu peket soal selama 100 menit.

Alhamdulillah, salah satu tim delegasi LiSEnSi berhasil masuk ke babak Final pada urutan ke-7. Kemudian pada malam harinya, tim LiSEnSi 1 UIN Jakarta menghadapi babak final berupa study case ayat Al-Qur’an. Tim LiSEnSI 1 mendapat study case surat at-Taubah ayat 60 tentang zakat dan permasalahannya. Dalam meyelesaikan study case tersebut tim LiSEnSi UIN mengusung tema “FoSSEI Berzakat”

Pada hari kedua, tim LiSEnSi mengikuti kegiatan CEO Talks dengan tema “Muslimpreneur as a solution to civil society” dilanjut dengan materi motivasi oleh Edo Putra Tanjung sebagai The Youngest Succes Coach nomor 1 di Indonesia. Kemudian pada hari itu, tim LiSEnSi juga menonton pemaparan simposium dari para peserta lomba dan pada malam harinya dilanjut dengan sidang komisi.

Pada Hari Ketiga, seluruh peserta temilnas melanjutkan pembahasan sidang komisi tahap 2, sidang ini berlangsung hingga pukul 3 sore, kemudian hasil sidang komisi disatukan dalam diskusi Nasional dan dilakukan pengesahan oleh seluruh Presidium Nasional (Persnas) FoSSEI. Pada agenda ini juga disampaikan mengenai agenda terdekat FoSSEI yaitu Kampanye Nasional (KamNas) oleh presidium FoSSEI saudara Darihan Mubarak.

Pada Malam harinya, seluruh peserta diarahkan untuk menuju aula utama dengan agenda Gathering Night, sebagai bentuk malam puncak dari rangkaian acara Temilnas. Pada acara tersebut, terdapat agenda peringatan Milad FoSSEI, serta sambutan dari presidium Nasional FoSSEI yang dilanjut dengan pembacaan musikalisasi puisi dan menyanyikan lagu Mars FoSSEI. Acara juga dimeriahkan dengan hiburan-hiburan dan pembacaan pemenang sekaligus nominasi.

Pada hari Keempat, yaitu hari terakhir, adalah waktu field Trip bagi seluruh peserta temilnas. Dan Alhamdulillah delegasi LiSEnSi telah sampai kembali di Bandara Soekarno Hatta tanggal 30 Maret 2018. Meskipun tim LiSEnSi tidak pulang membawa piala, namun tim LiSEnSi tetap bersyukur masih dapat masuk ke babak final dan mengerahkan kemampuan terbaiknya dalam mewakili KSEI. Banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang didapatkan selama mengikuti agenda Temilnas, diantaranya keilmuan, ukhuwah, dan semangat dalam dakwah ekonomi Islam. Tidak mungkin adanya perjuangan tanpa ukhuwah yang kuat, esensi terbaik dari sebuah perjuangan adalah indahnya kebersamaan dalam bingkai amal jama’i. Dan yang berharga dalam agenda temilnas ini bukanlah penghargaan, tapi persaudaraan antara kita. Ekonom Rabbani, BISA! (Rizka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *