Pada hari itu, terdapat kabar gembira yang telah dinantikan. Tersiar kabar bahwa salah satu tim dari kader KSEI LiSEnSi UIN Jakarta memenangkan sebuah perhelatan lomba yang diselenggarakan oleh SEF Gunadarma yakni GUNADARMA SHARIA ECONOMIC EVENT 2019 (GSENT). Tim KSEI LiSEnSi UIN Jakarta menyabet gelar juara 1 Lomba Video Kreatif tingkat Nasional. Pada kesempatan kali ini, Gunadarma Sharia Economic Event mengangkat tema “Halal Industry, Its Development and Challenges: The Implementation of the Maqashid of Sharia in Accelerating Indonesia Becomes a Leading Country in Halal Industry”

Muhammad Abdul Ghani Faqih, Syifa Saniyah Nurjannah, Dita Dwi Aliyah dan Fariza Dwi Rahayu merupakan tim yang diutus oleh Divisi Hubungan Masyarakat dan Media (HuMed) untuk didelegasikan sebagai perwakilan dari tim KSEI LiSEnSi UIN Jakarta pada perhelatan lomba tersebut. Lomba Video Kreatif pada perhelatan lomba kali ini mengangkat tema “RIBAHAYA”. Kendala yang dirasakan oleh tim yang dikepalai oleh Muhammad Abdul Ghani Faqih ini adalah kurangnya ketersediaan kamera selama proses pembuatan video sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama dan timbul ketergantungan hanya pada 1 kamera tanpa memiliki opsi kamera lain untuk digunakan selama proses syuting berlangsung. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat mereka dalam melakukan proses pembuatan video kreatif tersebut.

Mereka telah bersepakat untuk membuat video kreatif berjudul “NgeRIBAnget” yang berdurasi 3 menit dimana di dalam video ini menceritakan perihal seorang pemilik warung kelontong bernama Ibu Bilqis yang diperankan oleh Syifa Saniyah Nurjanah, telah menjual beberapa produk kepada Ibu Minah yang diperankan oleh Dita Dwi Aliyah namun Ibu Minah tidak dapat melunasi hutangnya dan Ibu Bilqis memberikan bunga atas hutang tersebut. Ketika Ibu Bilqis menonton TV terdapat siraman rohani yang menceritakan bahaya dari riba lalu ia tertidur dan memimpikan rantai riba tersebut di dalam kehidupannya hingga warungnya disita karna tidak dapat melunasi hutangnya kepada sosok yang diperankan oleh Fariza Dwi Rahayu maka ia meminjam uang kepada Bapak Bram yang diperankan oleh Muhammad Abdul Ghani Faqih namun tetap terdapat bunga riba sebesar 20% dari uang yang akan dipinjam tersebut. Pada akhirnya, ia tersadar bahwa pengenaan riba tersebut merupakan hal yang sangat buruk dan dibenci oleh Allah SWT.

Sempat terbesit di benak tim yang dikepalai oleh Muhammad Abdul Ghani Faqih ini bahwa mereka tidak bisa memenangkan kompetisi ini karna melihat antusiasme peserta lain dan beranggapan bahwa video yang mereka buat tidak lebih baik daripada peserta lain. Mindset ini membuat ketakutan-ketakutan muncul di dalam benak mereka yang mungkin jika semesta merestui hal tersebut dapat terjadi. Namun, seharusnya sebagai seorang muslim, kita harus tetap berpikir positif terhadap apapun takdir yang akan diberikan oleh Allah SWT. Kita harus percaya bahwa ketetapan-Nya adalah ketetapan terindah dan baik untuk kita.

Tim ini telah mengerahkan kemampuan terbaik yang mereka miliki dengan berkontribusi semaksimal mungkin untuk menggaungkan nama baik KSEI LiSEnSi UIN Jakarta di kompetisi tingkat nasional. Kami segenap keluarga besar KSEI LiSEnSi UIN Jakarta mengapresiasi kerja keras mereka dan hasil yang telah didapatkan. Teruslah berproses menjadi lebih baik serta rendah hati dan tetaplah memiliki prasangka terbaik atas ketetapan yang akan diberikan oleh Allah SWT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *