Allah swt. mengkaruniai manusia dengan agama yang universal, yakni Islam. Islam tidak hanya mencakup kegiatan beribadah kepada Tuhan sebagai ritual keagamaan, melainkan juga mengajarkan untuk bermuamalat seperti, berkegiatan ekonomi, sosial, bahkan hingga politik. Dalam ranah muamalah inilah Allah memerintahkan manusia untuk peduli kepada sesama karena kita merupakan makhluk sosial. Dalam suatu hadist Rasulullah SAW. bersabda :

Artinya :

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

 

Dalam kegiatan ekonomi, kita mengenal 2 sektor utama, yakni riil dan keuangan. Di sektor keuangan ini lah yang paling identik bagi anak-anak ekonomi. Meskipun tidak mengesampingkan sektor riil yang mempunyai peran besar pula. Pada sektor keuangan ada satu sub sektor yang sangat booming akhir-akhir ini. Jika kita biasanya lebih familiar dengan perbankan, maka pasar modal atau yang biasa kita kenal dengan saham mulai menunjukkan tajinya kepada masyarakat beberapa tahun terakhir. Ada beberapa sebab mengapa pasar modal mulai menjanjikan bagi banyak pihak. Pertama karena sosialisasinya yang massif melalui program “Yuk Nabung Saham”, dan yang kedua ialah invest saham bisa dilakukan dengan harga yang terjangkau dengan return yang tinngi. Tentu lah ini menarik hati bagi para investor-investor kecil.

Tapi tahukah anda? Jika kita melihat saham identik dengan sarana investasi dunia, ternyata saham juga bisa dilakukan untuk sarana investasi akhirat. Kok bisa? Tentu saja saat ini bisa. Melalui wakaf saham kita bisa berkontribusi bagi pembangunan umat sekaligus membangun ladang amal jariyah kita.

Dilansir lama Republika (Senin, 18/03/3019), Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera meluncurkan instrumen keuangan syariah berupa wakaf saham. Menurut Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi, wakaf saham rencananya diluncurkan April mendatang. Secara sederhana, Hasan menjelaskan, mekanisme wakaf ini mirip seperti mewakafkan harta lainnya, namun harta yang diwakafkan berbentuk saham. Calon wakif nantinya bisa mewakafkan saham melalui mitra yang sudah terdaftar di Anggota Bursa penyedia layanan Sharia Online Trading System (AB-SOTS). Dalam hal ini, AB-SOTS berperan sebagai penyedia layanan wakaf. Dari 13 AB-SOTS, menurut Hasan, baru ada sekitar enam AB-SOTS yang menjadi mitra. Namun, Hasan belum bisa memberikan keterangan siapa saja anggota bursa yang menjadi mitra tersebut. Melalui wakaf saham ini, Hasan menerangkan, wakif bisa mewakafkan seluruh harta namun tetap mempertahankan pokoknya sebagai bagian dari wakaf. Sedangkan pemanfaatannya akan disesuaikan dengan akad wakaf. Dalam pengelolaannya, BEI akan bekerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI). Akan ada juga MoU untuk mengikat BEI, BWI dan AB-SOTS untuk memastikan tidak ada kepentingan para wakif yang terabaikan.

Berdasar data yang dihimpun dari website IDX, terdapat 635 saham yang terdaftar di IDX dan 402 saham ISSI. Dengan banyaknya pililhan kita dalam menentukan saham apa yang ingin kita beli, kita juga mempunyai keleluasaan untuk mewakafkan saham kita.

Tapi tunggu dulu? Bagaimana dengan landasan hukumnya? Apa wakaf saham ini diperbolehkan oleh Islam? Menurut pemaparan Dr. Oni Sahroni, M.A., anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indoneisa, wakaf saham itu dibolehkan dalam Islam. Dengan syarat saham yang diwakafkan itu saham syariah (yang memiliki underlying asset yang halal) sesuai peraturan perundang-undangan, dilakukan istibdal, dan saham yang diwakafkan itu jelas objek dan nilainya. Kesimpulan hukum ini berdasarkan telaah terhadap keputusan Standar Syariah Internasional AAOIFI tentang wakaf saham, regulasi, dan peraturan perundang-undangan tentang wakaf, Fatwa Dewan Syariah nasional MUI tentang saham, dan literatur fikih turats tentang wakaf.

Dalam bahasa hadis, wakaf ini menjadi sedekah jariyah sebagaimana hadis Rasulullah SAW, “Jika anak Adam meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, anak saleh yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR Muslim). Dan hadis Rasulullah SAW, “Tahan pokoknya dan salurkan hasilnya.” (HR Bukhari Muslim).

Jadi tunggu apalagi? Jika kamu mempunyai saham, segeralah wakafkan. Dan bagi yang belum punya saham ayo segera membeli saham dan wakafkan agar menjadi amal jariyah bagi kita dan bermanfaat bagi umat serta mengembangkan pasar modal syariah nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *